strategi

BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi manusia sehingga banyak para ahli yang terus menerus mencari terobosan baru untuk terus memperbaharui pendidikan. Di dalam sebuah pendidikan akan terdapat beberapa komponen yang mendukung kemajuan pendidikan khususnya dalam proses belajar mengajar. Di dalam proses belajar mengajar komponen yang sangat berperan penting dalam menentukan keberhasilan sebuah pembelajaran adalah seorang guru. Guru yang menentukan bagaimana berjalannya proses pembelajaran itu berlangsung, maka dari itu guru harus memiliki keterampilan dalam pengelolaan pembelajaran sehingga pembeljaran yang diterapkan seorang guru dapatberhasil sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Dan pada makalah ini akan dibahas mengenai pengelolaan pembelajaran yang harus diterapkan guru dalam proses belajar mengajaranya. B. Perumusan Masalah Di dalam makalah ini akan dibahas mengenai: 1. Apa definisi dari pengelolaan pembelajaran? 2. Bagaimana penjadwalan strategi dalam pembelajaran? 3. Bagaimana pembuatan pencatatan kemajuan siswa dalam pembelajaran? 4. Bagaimana motivasi dalam peembelajaran? 5. Bagaimana kontrol belajar dalam proses pembelajaran? C. Tujuan Makalah ini dibuat bertujuan untuk mengetahui definisi dari pengelolaan pembelajaran, penjadwalan strategi pembelajaran, pembuatan catatan kemajuan siswa, motivasi serta kontrol belajar dalam proses pembelajaran. BAB II PENGELOLAAN PEMBELAJARAN A. Definisi Strategi pengelolaan pembelajaran merupakan komponen variabel metode yang berurusan dengan bagaimana menata interaksi antara pebelajar dengan variabel metode pembelajaran lainnya. Strategi ini berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang strategi pengorganisasian dan strategi penyampaian mana yang digunakan selama proses pembelajaran. Paling tidak, ada 3 (tiga) klasifikasi penting variabel strategi pengelolaan, yaitu penjadwalan, pembuatan catatan kemajuan belajar siswa, dan motivasi. Strategi pengelolaan pembelajaran, mengacu pada penataan cara-cara terjadi suatu interaksi antara siswa dengan strategi lainnya. Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi penjadwalan, pembuatan catatan kemajuan belajar siswa, pengelolaan motivation, sertta kontrol belajar. Jadi pengembangan strategi pembelajaran merupakan komponen yang perlu dirancang dan dilaksanakan dalam proses pembelajaran. Seperti halnya yang dikemukakan oleh Gegne : bahwa dalam proses pembelajaran, seorang guru berkewajiban untuk merancang, mengelola dan mengadakan penilaian hasil pembelajaran. Menurut pemakalah pengelolaan pembelajaran adalah suatu usaha guru dalam mengoptimalkan hasil belajar dengan menentukan langkah-langkah dalam pelaksanaan proses pembelajaran yang berupa penentuan strategi yang mencakup penjadwalan, pembuatan catatan kemajuan siswa, motivasi maupun kontrol belajar, yang dilaksanakan sebelum, sedang dan sesudah berlangsungnya pembelajaran. B. Penjadwalan Penggunaan Strategi Pembelajaran Dalam suatu kegiatan pembelajaran seorang guru tidak mungkin menggunakan satu strategi saja, melainkan harus mampu meramu berbagai strategi sehingga menjadi satu kesatuan yang tepat untuk menguatkan hasil belajar siswa. Strategi apa, dan berapa kelas suatu trategi pembelajaran digunakan dalam suatu pembelajaran. Untuk menentukan strategi apa, kapan dan berapa kali suatu strategi digunakan tentu sangat berhubungan dengan kondisi pembelajaran yang ada. Penjadwalan penggunaan suatu strategi atau komponen suatu strategi, baik itu untuk strategi pengorganisasian pembelajaran maupun strategi penyampaian pembelajaran, merupakan bagian yang penting dalam pengelolaan pembelajaran. Penjadwalan pengorganisasian pembelajaran biasanya mencakup pertanyaan kapan dan berapa lama seorang siswa menggunakan setiap komponen strategi pengorganiasasian, sedangkan penjadwalan strategi penyampaian biasanya melibatkan keputusan, seperti kapan dan untuk berapa lama seorang siswa menggunakan jenis media. Salah satu tugas guru adalah merancang aktivitas pembelajaran, aktivitas secara garis besar berisi pemikiran tentang strategi pembelajaran sebagai acuan untuk direalisasikan di dapan kelas. Didalam menyusun rancangan aktivitas pembelajaran, selain harus memperhatikan kondisi lingkungan, karakteristik mata pelajaran, serta karakteristik siswa perlu berpedoman pada dokumen resmi, minimal pada kurikulum, GBPP, dan program pengajaran. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh guru-guru merupakan salah satu perwujudan dari rancangan aktivitas pembelajaran yang disusun oleh guru, minimal terdapat bagian-bagian dari komponen tujuan dengan taksonomi perilakunya, kegiatan utama pembelajaran, proses pembelajaran, materi pembelajaran, kegiatan utama pembelajaran, materi pembelajaran, pendekatan, metode, teknik dan alat, evaluasi serta keputusan kapan rancangan tersebut dilaksanakan. Oleh sebab itu, sudah selayaknya bila didalam membuat RPP dirancang adanya bagian-bagian dari komponen tujuan dengan taksonomi perilakunya, kegiatan utama pembelajaran, proses pembelajaran, pendekatan, metode, teknik dan alat, evaluasi serta keputusan kapan rancangan tersebut dilaksanakan. Menurut pemakalah penjadwalan strategi pembelajaran biasanya direncanakan pada awal pembelajaran yang tersusun di dalam sebuah rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). RPP merupakan sebuah rancangan pembelajaran yang akan dilaksanakan seorang guru untuk menyampaikan sebuah materi pembelajaran kepada peserta didik. Di dalam sebuah RPP strategi pembelajaran yang akan dipakai pada waktu proses pembelajaran berlangsung sudah ditentukan sehingga memudahkan guru untuk menggunakan strategi yang sudah direncanakan sebelumnya. Jadi dapat disipulkan bahwa penjadwalan strategi pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam proses belajar mengajar tencantum di dalam sebuah RPP yang disusun sendiri oleh seorang guru bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan dan peserta didik mampu menguasai materi pembelajaran seperti yang diharapkan. C. Pembuatan Catatan Kemajuan Siswa Dalam pembahasan ini akan dijelaskan bagaimana cara seorang pendidik membuat penialaian, pencatatan, dan pelaporan kemajuan murid. Perlu ditegaskan bahwa pemberian angka bukanlah hal yang pertama dari penilaian. Tetapi seorang pendidik harus mengetahui fungsi dari penilaian. Adapun fungsi dari penilaian adalah mengetahui tingkat kemajuan siswa, perkembangan murid dalam satu periode tertentu. Hasil dari setiap penilaian akan dijadikan dasar untuk memperbaiki kemajuan setiap individu peserta didik. Di dalam melaporkan kemajuan belajar kepada anak-anak dan orang tua hendaknya pendidik mencoba memberi penjelasan yang berhubungan dengan isi angka mata pelajaran. Jika hal ini sejalan dengan kebijaksanaan sekolah, maka sebaiknya seorang pendidik bermusyawarah dengan peserta didik serta bermusyawarahlah dengan orang tuanya dengan tujuan agar para murid timbul sikap yang positif dan menyadari kekurangan-kekurangan atau kemajuan-kemajuan yang telah dicapainya selama ini dan timbulnya keinginan untuk berusaha. Pembuatan catatan tentang kemajuan belajar siswa penting sekali bagi keperluan pengambilan keputusan-keputusan yang terkait dengan strategi pengelolaan. Keputusan apapun yang diambil harus didasarkan pada informasi yang lengkap mengenai kemajuan belajar siswa. Keputusan memilih dan menggunakan suatu komponen strategi pengorganisasian juga sebaiknya didasarkan pada kemajuan belajara siswa. Catatan tentang kemajuan belajar siswa/mahasiswa juga diperlukan untuk mengambil keputusan mengenai perlu tidaknya siswa/mahasiswa tertentu diberikan strategi motivasional lanjutan. Kemajuan belajar siswa biasanya juga dapat digunakan untuk menaksir keefektifan suatu strategi pembelajaran. Catatan tentang kemajuan belajar siswa/mahasiswa ini dapat digunakan sebagai informasi untuk menambil keputusan mengenai perlu tidaknya ada perbaikan strategi pembelajaran (strategi pengorganisasian, strategi penyampaian, dan strategi pengelolaan). Taksiran yang tepat akan amat membantu pemilihan strategi pembelajaran yang optimal. Untuk memperlancar kegiatan pengelolaan interaksi belajar mengajar masih juga diperlukan kegiatan sarana-sarana pendukung yang lain termasuk antara lain mengetahui prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran setiap siswa itu hakikatnya memiliki perbedaan antara satu dengan yang lain. Misalnya soal kreatifitas gaya belajar bahkan juga dapat membawa akibat perbedaan dalam hal prestasi belajar siswa. Persoalan ini perlu diketahui oleh guru. Sehingga dapat mengambil tindakan-tindakan intruksional yang lebih tepat dan memadai. Berkaitan dengan hal tersebut, maka salah satunya guru harus mampu menilai prestasi siswa yang kepentingan pengajaran. Dengan mengetahui belajar siswa, apalagi secara individual seperti telah disinggung di atas. Guru akan mengambil langkah-langkah intruksional yang konstruktif. Bagi guru yang bijaksana dan memahami karakteristik siswa akan menciptakan kegiatan belajar mengajar yang lebih bervariasi serta akan memberikan kegiatan belajar yang berbeda antara peseerta didik yang berprestasi tinggi dengan peserta didik yang berprestasi rendah. Sebagai contoh ada langkah pengayaan bagi siswa yang berprestasi tinggi dan akan mencarikan kegiatan belajar tertentubagi siswa yang berprestasi rendah seperti kegiatan remedial dan kegiatan-kegiatan lain yang dapat meningkatkan prestasi siswa. Dalam hal ini secara konkret guru mengambil langkah-langkah sebagai berikut: a. Mengumpulkan data hasil belajar: 1. Setiap kali ada usaha mengevalusai selama pelajaran berlangsung 2. Pada akhir pelajaran b. Menganalisa data hasil belajar siswa, dengan langkah ini guru akan mengetahui: 1. Siswa yang menemukan pola-pola belajar yang lain 2. Keberhasilan atau tidaknya siswa dalam belajar c. Menggunakan data hasil belajar siswa, dalam hal ini mennyangkut: 1. Akhirnya feed back untuk masing-masing siswa dan ini perlu diketahui orang tua 2. Adanay feed back itu maka guru akan menganalisis dengan cepat follow up atau kegiatan-kegiatan berikutnya. Selain itu, dalam mengajar seorang guru wajib mengetahui seberapa jauh isi pembelajaran yang telah diajarkan dapat dicapai oleh siswa. Karena hal tersebut merupakan suatu kewajiban, maka guru perlu mengadakan evaluasi terhadap siswa, agar dapat diketahui tingkat kemajuan belajar siswa. Catatan kemajuan siswa sangat penting bagi guru, karena dapat digunakan untuk melihat efektifitas dan efisiensi pembelajaran yang dilakukan. Dari analisis terhadap efektivitas dan efesiensi pembelajaran, guru akan dapat menentukan langkah-langkah selanjutnya. Seperti: 1. Apakah strategi pembelajaran sudah sesuai atau belum dalam proses belajar mengajar. 2. Apakah rendahnya hasil belajarsiswa disebabkan faktor guru atau siswa. 3. Apakah penjadwalan penggunaan strategi pembelajaran sudah sesuai atau belum dalam proses belajar` mengajar. D. Motivasi Dalam belajar diketahuai ada satu satu perangkat jiwa yang harus diperhtikan dalam hal ini adaah motivasi. Arti dan fungsi motivasi dalam belajar tersebut sangat berperan khususnya dalam melukukan kegiatan pembelajaraan tertentu. Penelitian motivasi pernah dilakukan oleh psikolog Carol Dweck dan theres dengan pengamatannya bahwa guru mempunyai kecenderungan mengkritik, terutama erhadap murid wanita yang mencapai prestasi tinggi dalam tugas yang memerlukan kecerdasan. Sebaliknya mereka cenderung menghukum murid pria bila tampak kurang berprestasi. A. Pengertian motivasi Menurt Chaplin bahwa motivasi adalah satu variable penyelang (yang ikut campur tangan) yang digunakan untuk menimbulkan factor-faktor tertentu di dalam organisme, yang membangkitkan mengelola, mempertahankan dan menyalurkan tingkah laku menuju satu sasaran. Motivasi ialah kekuatan tersembunyi didalam diri kita, yang mendorong kita untuk berkelakuan dan bertindak dengan cara yang khas. Sedangkan Motivasi belajar adalah merupakan factor psikis yang bersifat non- intelek tual. Peranannya yang khas adalah dalam hal pemnumbuhan gairah, merasa senang dan semangat untuk belajar. Siswa yang memiliki motivasi yang dikatakan mempunyai banyak energi untuk melakukan banyak kegiatan belajar. Guru sebagai motivator dalam proses pembelajaran berarti harus memiliki seperangkan kecakapan untuk mampu menggerakkan siswa agar dapat meningkatkan belajar yang lebih baik. Motivasi sangat terkait dengan kebutuhan karena seseorang akan terdorong untuk melkukan sesuatu apabila merasa ada sesuatu kebutuhan. Kebutuhan itu bersifat dinamis. Morgan berpendapat manusia memiliki berbagai kebutuhan : 1. Kebutuhan untuk berbuat sesuatu untuk sesuatu aktivitas. 2. Kebutuhan untuk menyenagkan orang lain. 3. Kebutuhan untk mencapai hasil. 4. Kebutuhan untk mengatasi kesulitan B. Hirarki kebutuhan manusia menurut Maslow Kalau seseorang memiliki suatu motivasi, maka ia akan ada teganggan, dan ia siap mengerjakan hal-hal yang diperlukan sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Sesungguhnya motivasi menyangkut pemenuhan seperangkat kebutuhan, menurut maslow gaya pendorong terbagi atas 5 kelompok, yaitu: 1. Kebutuhan fisiologisn(antara lain :haus, lapar,seks) 2. Kebutuhan keamanan (antara lain menyelamatkan jiwa,ketertiban) 3. Kebutuhn berkerabat (antara lain : kasinh saying , persahabatan) 4. Kebutuhan penghargaan (antara lain :sukses percaya diri, harga diri) 5. Kebutuhan berusaha (antara lain : mengembangkan diri) C. Ciri-Ciri Motivasi Adapun ciri-ciri dari motivasi, yaitu: 1. tekun menghadapi tugas 2. ulet menghadapi kesulitan 3. menunjukkan minat terhaap berbagi masalah 4. lebih senang bekerja mandiri 5. Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin 6. dapat mempertahankan pendapatnya 7. tidak mudah melepaskan hal yang diyakini 8. senang mencari dan memecahkan masalah. D. Fungsi motivasi dalam belajar Hasil belajar akan optimal kalu ada motivasi. Motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha kerja bagi para siswa. Motivasi bertalian dengan suatu tujuan. Sehubungan dengan hal tersebut ada tiga fungsi motivasi : 1. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi 2. Menentukan arah perbuatan, yakni kearah tunjuan yang hendak dicapai. 3. Menyeleksi perbuatanm yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan sesuai dengan tujuan, dengan menyisih perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tjuan tersebut. 4. Motivasi berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. E. Bentuk-bentuk pemberian motivasi disekolah Motivasi bagi pelajar dapat mengembangkan aktifitas dan inisiatif serta dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan dalam melakukan kegiatan belajar. Adapun bentuk dan cara menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah : 1. Memberikan angka, angka merupakan symbol dari nilai kegiatan belajarnya. 2. Hadiah 3. Saingan atau kompetisi 4. Ego, menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan mnerimanya sebagi tantangan sehingga bekerja keras dengan mempertaruhkan harga diri, 5. Memberi ulangan 6. Mengetahui hasil 7. Pujian 8. Hukuman 9. Hasrat 10. Minat 11. Tujuan yang diakui F. pentingnya motivasi dalam proses pembalajaran Dalam proses pembelajaran, guru dan murid keduanya terlibatdalam motivasi keberhasilan belajar sesuai dengan tujyang diharapkan. Motivasi tidak hanya penting bagi guru sebagai motivator tetapi murid sebagai subjek sekaligus objek pendidikan juga penting. Tugas guru ialah memotivasi belajar siswa demi tercapainya tujuan yang diharapkan, serta memperoleh tingkah laku ayang diinginkan. Adapun pentingnya motivasi bagi guru dapat diungkapkan sebagi berikut : 1. Membangkitkan, meningkatkan, dan memeliahara semangat siswa untuk belajar sampai berhasil, membangkitkan bila siswa tidak bersemagat, meningkatkan, bila siswa belajar timbul tenggelam,memelihara, bila semagatnya telah kuat untuk mencapai tujuan belajar. 2. Mengetahui dan memahami keragaman motivasi siswa dikelas, ada yang acuh tak acuh, ada yang konsentrasi, ada yang bermain dan ada yang bersemangat untuk belajar baik berhasi ataupun yang tidak berhasil. 3. Meningkatkan dan menyadarkan guru untuk memilih keragaman peran seperti penasihat,fasilitator, instruktur, teman diskusi, penyemangat, pemberi hadiah atau pendidik. 4. Memberi peluang guru untuk “unjuk kerja” rekayasa paedagonis. Tugas guru adalahmembuat siswa belajar sampai berhasil. Tantangan profesionalnya justru terletak pada “mengubah” siswa yang tak berminat menjadi berminta menjadi semangat belajar. Sedangkan pentingnya motivasi bagi murid adalah sebagai berikut: 1. Menyadarkan kedudukan pada awal belajar proses dan hasil akhir 2. Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar, yang dibandingkan dengan teman sebaya. 3. Mengarahkan kegiatan belajar, sebagai ilustrasi, setelah ia ketahui bahwa dirinya belum belajar serius. 4. Membesarkan semangat belajar,sebagai ilustrasi jika ia menghabiskan dana belajar dan masih ada adaik yang dibiayai orang tua, maka ia berusaha agar ia cepat lulus. 5. Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar dan kemudian bekerja yang berkesinambungan; individu dilatih untuk menggunakan kekuatan sedemikian rupa sehingga dapat berhasil. G. Nilai Motivasi dalam Pembelajaran Dalam garis besarnya motivasi mengandung nilai-nilai sebagai berikut: 1. Motivasi menentukan tingkat berhasil atau gagalnya perbuatan murid. Belajar tanpa adanya motifasi akan sulit untuk berhasil. 2. Pembelajaran yang bermotivasi pada hakikatnya adalah pengajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, dorongan, motif, minat yang ada pada murid. 3. Pembelajaran yang bermotivasi menuntut kreativitas dan imajinasi guru untuk berusaha secara sungguh-sungguh mencari cara yang relevan dan sesuai, guna membangkitkan dan memelihara motivasi belajar siswa. 4. Berhasil atau gagalnya dalam membangkitkan dan menggunakan motivasi dalam pengajaran. 5. Asas motivasi menjadi salah satu bagian yang integral daripada asas-asas mengajar. Penggunaan motivasi dalam mengajar bukan saja melengkapi prosedur mengajar, tetapi juga menjadi faktor yang menentukan pembelajaran yang efektif. E. Kontrol Belajar Kontrol belajar merupakan bagian penting untuk mempreskripsikan strategi pengelolaan pembelajaran. kegunaannya adalah untuk menetapkan agar pembelajaran benar-benar sesuai dengan karakteristik perseorangan. Variabel ini mengacu pada kepada kebebasan siswa melakukan pilihan pada bagian ini yang dipelajari, kecepatan belajar, komponen strategi pembelajaran yang dipakai, dan strategi kognitif (berpikir) yang digunakan. Keempat aspek ini dapat memberi petunjuk bagaimana cara ,mengelola pembelajaran. Strategi pengelolaan yang berurusan dengan control belajar banyak terkait dengan aspek penjadwalan, misalnya kapan memilih bagian isi yang akan dipelajari sebaiknya diberikan kepada siswa/mahasiswa, bagian isi mana sebaiknya dipelajari terlebih dulu, dan bagaimana menata pembelajaran untuk siswa yang termasuk kelompok cepat, sedang dan lambat dan sebagainya. Terkait dengan kebebasan siswa untuk melakukan pilihan pada bagian isi yang dipelajari, kecepatan belajar, komponen strategi pembelajaran yang dipakai dan strategi kognitif yang digunakan. Agar siswa dalam kegiatan pembelajaran dapat melakukan pilihan-pilihan maka seorang guru harus mampu merancang kegiatan pembelajaran yang mampu memberikan berbagai alternatif pilihan belajar bagi siswa. Jika guru mampu merancang pembelajaran yang demikian maka sistem pembelajaran yang bersifat individual akan dapat dilakukan. Dengan sistem pembelajaran yang demikian, guru lebih berperan sebagai perancang pembelajaran daripada hanya sebagai pengelola pembelajaran. Menurut pemakalah kontrol belajar sangat berperan penting dalam membantu pencapaian tujuan pembelajaran yang diharapakan. Dengan adanya kontrol belajar maka semua kegiatan dalam kegiatan belajar mengajar akan berlangsung sesuai dengan penjadwalan yang telah dilakukan guru sebelumnya. Kontrol belajar juga bermanfaat sebagai alat yang membantu guru dalam mengetahui dan memahami kemampuan siswa yang berbeda-beda dalam memahami pelajaran, sehingga seorang guru dapat mendesain dan merencanakan pembelajaran sesuai dengan kondisi siswa yang mengikuti proses pembelajaran.   BAB III Penutup Kesimpulan Pengelolaan pembelajaran merupakan suatu penetapan suatu strategi pembelajaran yang akan dipakai selama proses pembelajaran serta komponen-komponen yang lainnya yang mendukung proses pembelajaran seperti penjadwalan penggunaan strategi, catatan kelajuan siswa, motivasi, maupun kontrol belajar. Semua komponen pengelolaan pembelajaran sangat berperan dalam menentukan keberhasilan sebuah pembelajaran yang di buat oleh guru. Di dalam penjadwalan guru harus menentukan bagaimana proses pembelajaran itu berlangsung dan strategi apa yang akan digunakan dalam pembelajaran yang biasanya tertuang di dalam sebuah rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Catatan kemajuan siswa dibuat utnuk mengetahui apakah pembelajaran yang dilakukan seorang guru kepada siswa telah berhasil dengan mengetahui kemajuan siswa serta dapat membantu guru untuk mengetahui kemampuan siswanya dalam memahami pembelajaran sehihingga guru dapat lebih kreatif lagi dalam merencanakan pembelajaran. Motivasi dalam sebuah pembelajaran sangat dibutuhkan oleh siswa agarkemampuan serta minat yang dimiliki siswa lebih terpicu dengan adanya motivasi-motivasi yang diberikan oleh guru. Sedangkan kontrol belajar adalah pengendalian semua sistem yang berlangsung dalam proses belajar mengajar sehingga sesuatu rancangan pembelajaran yang dibuat oleh seorang guru dapat berjalan sesuai dengan rencana dan tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan.   Daftar Pustaka Davies, Ivor K.1991.Pengelolaan Belajar.Jakarta: Rajawali Press Hamalik, Oemar.2001.Proses Belajar Mengajar.Jakarta: Bumi Aksara http://data.tp.ac.id/artikel/22/Strategi+Penyampaian+Pembelajaran++Di+Perguruan+Tinggi.html Popham, James.2005.Teknik Mengajar Secara Sistematis.Jakarta:PT. Rineka Cipta Sardiman.2009.Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada Wena.Made.2009.Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer.Jakarta:Bumi Aksara Winansi.Varia.2009.Psikologi pendidikan.Medan: La Tansa press.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kapitaslekta